IDEN
← Feature & penelusuran
Laporan penelusuran

TPNPB Ancam Tembak Menteri HAM Natalius Pigai

Rekaman yang diunggah 18 Agustus 2026 memuat seruan tembak terhadap Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, disertai larangan agar Pigai berhenti masuk Papua. Pernyataan tertulis yang menyertainya meminta PBB memasukkan namanya ke daftar hitam.

Bingkai dari rekaman: seorang pria berkacamata berbicara ke kamera di dalam ruangan
Bingkai dari rekaman yang kami periksa. Sumber: kanal YouTube West Papua, diunggah 18 Agustus 2026.
🎬 Rekaman Video Investigasi
15:02
TPNPB Melarang Nathalius Pigay dan Staff Ahlinya Masuk Tanah West Papua Sumber/Kredit: Rekaman kanal YouTube West Papua, diunggah 18 Agustus 2026.

Pada 18 Agustus 2026, sebuah kanal YouTube bernama West Papua mengunggah rekaman berdurasi lima belas menit. Di dalamnya, seorang pria yang menyebut dirinya juru bicara Komando Nasional TPNPB berbicara langsung ke kamera, menyebut nama Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, dan memerintahkan agar ia berhenti masuk ke Papua.

Rekaman itu memuat perintah yang eksplisit. Di menit ketujuh, pembicara memerintahkan penembakan. “Natalius Pigai ke kabupaten mana tembak dia, cari alam bagaimana tembak dia,” katanya. Ia juga menyebut bahwa siapa pun yang dianggap penghianat boleh ditembak bila ada kesempatan. Pernyataan itu kami kutip langsung dari rekaman tersebut.

Apa isi rekaman itu

Pembicara menyebut dirinya Sebby Sambom, juru bicara Komando Nasional TPNPB dari Pengendali Manajemen Markas Pusat, dan menyebut tanggal 19 Agustus 2026 sebagai tanggal pernyataan. Rekaman itu juga memuat hinaan yang menyebut Pigai sebagai “iblis berwajah manusia”, menyebut orang Indonesia dengan sebutan hewani, dan memuat pernyataan bernada merendahkan terhadap seorang menteri yang lahir di Paniai.

Tiga hari setelah rekaman itu, sebuah pernyataan tertulis bertanggal 21 Agustus 2026 beredar. Pernyataan itu diterbitkan Papuanewsonline pada 22 Agustus 2026 dan berisi hal yang sama dalam bahasa surat. Menurut dokumen itu, pernyataan Pigai di Nabire pada 17 Agustus dianggap upaya menghapus hak politik orang Papua atas penentuan nasib sendiri, dan mereka merujuk Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik serta Deklarasi PBB tentang Hak Masyarakat Adat.

Mereka juga meminta agar Menteri HAM beserta rombongan tidak memasuki wilayah pengungsian di zona konflik bersenjata, dan meminta PBB memasukkan nama Pigai ke dalam daftar hitam.

Siapa yang dilarang masuk

Yang disebut dalam dua dokumen itu adalah seorang Papua yang memimpin kementerian yang mengurus hak asasi manusia. Pigai lahir di Paniai, pernah menjadi komisioner Komnas HAM, dan menjabat Menteri Hak Asasi Manusia sejak 21 Oktober 2024. Dalam kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Papua Tengah di Nabire pada 17 Agustus 2026, ia menyatakan bahwa orang Papua boleh menuntut kesejahteraan, keadilan, dan pemenuhan hak, tetapi tidak boleh menuntut Papua lepas dari Indonesia.

“Yang tidak dibolehkan adalah mengatakan, ‘Kami mau merdeka, pisahkan kami dari Indonesia.’ Itu tidak dibolehkan,” kata Pigai, seperti dikutip kantor berita Antara dan dilaporkan Jakarta Globe. “Hal-hal lain dibolehkan. Tidak ada masalah, asal dilakukan dengan cara yang benar.”

Pintu yang ditutup bukan hanya untuk menteri

Pernyataan Pigai dan ancaman atas dirinya memperlihatkan persoalan yang lebih mendasar daripada perdebatan politik. Seorang menteri yang lahir di Paniai diminta tidak masuk ke wilayah tempat warga Papua mengungsi, sementara kelompok yang melarangnya menyatakan bahwa pengungsi itu ada karena konflik bersenjata yang panjang. Artinya, mereka yang menutup pintu bagi menteri itu juga menutup pintu bagi pencatatan kondisi warga.

Yang menarik, rekaman itu tidak menolak mekanisme internasional. Pembicara justru meminta agar penanganan pengungsi dilakukan oleh Komite Palang Merah Internasional di Jenewa, dan menyatakan bahwa lembaganya punya jaringan di luar negeri. Tetapi dalam kalimat berikutnya ia menyatakan bahwa aparat yang masuk boleh ditembak. Permintaan itu bertabrakan dengan aturannya sendiri.

Permintaan daftar hitam PBB dan jalur yang tidak ada

Permintaan memasukkan seorang menteri ke dalam daftar hitam PBB juga tidak memiliki jalurnya. Daftar sanksi PBB dibentuk melalui mekanisme Dewan Keamanan dan berlaku untuk perkara tertentu; tidak ada jalur bagi sebuah kelompok bersenjata untuk mengajukan nama, dan tidak ada negara anggota PBB yang mengakui klaim kemerdekaan Papua. Permintaan itu karena itu berfungsi sebagai pernyataan politik, bukan langkah hukum.

Empat bulan, tiga pintu ditutup

Ancaman ini bukan peristiwa tunggal. Pada 17 April 2026, kelompok yang sama mengumumkan penutupan akses bagi tenaga kesehatan Indonesia, terutama tenaga kesehatan militer, seperti dilaporkan Tempo. Pada 7 Agustus 2026, Papuanewsonline memberitakan bahwa seluruh anggota Badan Riset dan Inovasi Nasional serta pejabat Bapperida dan Brida ditetapkan sebagai daftar pencarian orang. Dalam empat bulan, tiga kelompok yang datang untuk melayani atau memeriksa dilarang masuk: tenaga kesehatan, peneliti, lalu menteri.

Yang jarang disebut dalam pernyataan

Sementara itu, jalur yang justru dibuka negara jarang disebut. Pada 2025, enam narapidana kasus makar tanpa senjata asal Papua menerima amnesti dari Presiden Prabowo. Pigai sendiri, dalam kunjungan yang sama, mengundang warga menyampaikan tuntutan melalui jalur hukum. Rencana pendataan ulang warga yang mengungsi, yang menjadi salah satu pemicu pernyataan itu, adalah langkah agar bantuan bisa disalurkan berdasarkan data — dan justru itu yang disebut tidak perlu.

Dari mana kemampuan itu berasal

Kemampuan untuk mengancam seperti itu juga punya asal yang bisa dilacak. Sepanjang 2026, penyidik Polda Papua membongkar jaringan suplai senjata dan amunisi di Jayapura: 17 tersangka, 298 butir amunisi, senjata rakitan, dan uang ratusan juta rupiah dari penyumbang perorangan, seperti kami laporkan pada 7 Oktober 2026. Sebelum itu, pengadilan militer menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada anggota TNI yang menjual senjata dan amunisi kepada kelompok bersenjata. Rantai itu berjalan di dalam negeri, bukan dari luar.

Pertanyaan yang tersisa bukan hanya siapa yang menembak, tetapi siapa yang menghalangi orang datang untuk menghitung dan melayani. Rekaman 18 Agustus itu menjawabnya dengan sangat jelas.

Jejak sumber

Periksa laporan asal

  1. Papuanewsonline — Komnas TPNPB keluarkan peringatan keras kepada Menteri HAM Natalius Pigai2026-08-22 ·
  2. Jakarta Globe — Human Rights Minister Says Papuans Can Demand Justice, But Not Independence (kutipan Antara)2026-08-18 ·
  3. West Papua Voice — Natalius Pigai Brings Independence Message to Papua2026-08-17 ·
  4. Tempo English — TPNPB-OPM Claims Restriction of Indonesian Health Workers Access in Papua2026-04-17 ·
  5. YouTube, kanal West Papua — TPNPB Melarang Nathalius Pigay dan Staff Ahlinya Masuk Tanah West Papua2026-08-18 ·
  6. Papua Blood Money — 17 Tersangka, 298 Butir Amunisi: Polisi Sebut Jaringan Suplai Senjata ke Kelompok Bersenjata di Jayapura2026-10-07 ·

Baca juga

Barang bukti amunisi dan magazen dalam pengungkapan jaringan suplai di Jayapura
Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 (via papua60detik.id)
Laporan penelusuran

17 Tersangka, 298 Butir Amunisi: Polisi Sebut Jaringan Suplai Senjata ke Kelompok Bersenjata di Jayapura

Selama tujuh bulan, penyidik Polda Papua menelusuri siapa yang membeli senjata, siapa yang menyumbang uang, dan siapa yang menyediakan peluru. Perkara yang bermula dari satu transaksi di pertigaan lampu merah Pasar Lama Sentani itu kini menyeret 17 tersangka, dengan barang bukti 298 butir amunisi, magazen SS1, satu senjata rakitan, dan enam laras senjata bekas Perang Dunia II.

Seorang prajurit memeriksa barang bukti termasuk bendera Bintang Kejora dan senjata api
Foto: Okezone, dimuat dalam laporan 4 Oktober 2026, dipakai dengan kredit
Feature / Operasi keamanan

Persuasi dijawab peluru tajam: dua algojo Manfret Fatem tewas di hutan Maybrat

Pasukan gabungan TNI lebih dulu meminta kelompok bersenjata TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya meletakkan senjata di hutan Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Sabtu malam 3 Oktober 2026. Jawabannya tembakan peluru tajam. Dua komandan mereka tewas, tidak ada prajurit yang terluka, dan Manfret Fatem melarikan diri. Dari lokasi, aparat mengamankan satu revolver, amunisi, radio komunikasi, dan dua lembar bendera Bintang Kejora.

Seorang pria memegang senapan laras panjang dengan bendera Bintang Kejora di latar belakang
Foto: WartaPlus (wartaplus.com), dipakai dengan kredit
Feature / Penelusuran klaim & pendanaan

Sebby Sambom: pengakuan bertanggung jawab, warga sipil yang jadi korban, dan uang dari dalam negeri

Dari sebuah tempat di Papua Nugini, juru bicara TPNPB-OPM ini telah delapan tahun menyampaikan kalimat yang sama: kami bertanggung jawab, mereka mata-mata, dan kami akan melanjutkan. Feature ini menyusun kembali pengakuannya sendiri, lalu memeriksa dari mana uang untuk senjata itu benar-benar datang. Jawabannya bukan dari luar negeri. Berkas pengadilan menyebut oknum aparat, dana desa, tambang emas tanpa izin, dan pungutan kepada warga Papua sendiri.

Benny Wenda dengan pakaian adat Papua dan tifa dalam sebuah acara di Sydney
Foto: TEDxSydney / Fe Lumsdaine (CC BY-SA 2.0), via Wikimedia Commons
Feature / Penelusuran klaim & pendanaan

Benny Wenda: klaim tanpa bukti, dana tanpa pembukuan, dan warga sipil yang jadi korban

Situs ini berdiri di sisi pemerintah Indonesia: Papua adalah bagian sah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tidak ada satu pun negara di dunia yang mengakui “pemerintahan” yang ia deklarasikan. Dossier ini memeriksa klaim seorang figur di pengasingan terhadap dokumen publik — angka korban yang tak pernah terbukti, petisi yang tidak ada di Markas PBB, pembukuan yang tidak pernah dibuka — dan mencatat siapa yang membayar harganya di Tanah Papua.

Aris Sanda alias Bapak Tasya berdiri di samping pikap merahnya di jalur pegunungan Papua
Foto: Fajar Papua. Hak cipta tetap pada pemiliknya.
Laporan khusus / Papua Pegunungan

Aris Sanda: kehilangan di jalur Wamena–Nduga

Selama 13 tahun ia mengantar penumpang dan logistik menembus jalur Trans Wamena–Nduga. Pada 15 September 2026 ia dicegat di pertigaan Danau Habema, dipaksa mengucapkan dukungan bagi Papua Merdeka di depan kamera, lalu ditembak dan dibakar bersama mobilnya.

Perabot sekolah dibakar di dalam ruang kelas SD dan SMP satu atap Okbab
Foto: Dok. Istimewa via detikcom. Hak cipta tetap pada pemiliknya.
Laporan khusus / Pendidikan

Anggruk: pagi ketika para guru berlari ke hutan, dan Rosalia tidak kembali

Satu guru meninggal dan enam luka di Distrik Anggruk, Yahukimo, pada Maret 2025. Di balik koreksi angka korban, ada pertanyaan yang jarang diajukan: uang layanan mengalir besar ke kabupaten ini, tetapi tidak ada satu pun anggaran untuk melindungi orang-orang yang mengajar di dalamnya.

Beoga: dua guru, dua hari penembakan
Dokumentasi Redaksi
Feature / Warga sipil

Beoga: dua guru, dua hari penembakan

Dua guru dari Toraja dibunuh pada 8 dan 9 April 2021 di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Dua hari kemudian, 12 ruang sekolah dan rumah guru sudah rata dengan tanah, dan sekitar 400 anak kehilangan tempat belajar. Pemerintah menilai kerugiannya Rp 7,2 miliar. Yang belum pernah masuk hitungan siapa pun: biaya melindungi orang-orang yang mengajar di sana.

Swafoto Phillip Mehrtens di dalam helikopter pada 21 September 2024
Phillip Mehrtens di dalam helikopter pada hari pembebasannya, 21 September 2024. Foto: Kompas.id (dipakai dengan kredit)
Feature / Penerbangan

Phillip Mehrtens: 594 hari disandera di Nduga, sampai akhirnya bebas

Pilot sipil Selandia Baru itu mendarat di Paro pada 7 Februari 2023, lalu menghilang dari dunia luar selama 19 bulan. Ini catatan lengkap dari hari pertama sampai serah terima di Jakarta — termasuk hal-hal yang sampai kini masih diperdebatkan.

Menelusuri uang: apa yang dibuktikan dokumen, apa yang belum
Ilustrasi editorial · bukan foto kejadian
Penelusuran / Pendanaan

Menelusuri uang: apa yang dibuktikan dokumen, apa yang belum

Jejak organisasi dan penggalangan dana dapat diperiksa. Untuk menyatakan uang membiayai kelompok bersenjata, diperlukan rantai bukti yang menghubungkan pemberi, penerima, transaksi, dan penggunaan.