Daftar ini hanya KATALOG tautan dan keterangan; tidak ada gambar yang diunduh, disalin, atau didistribusikan ulang. Beberapa aset memuat kekerasan eksplisit (tangkapan layar eksekusi Yahukimo/Seradala, Juli 2026) — gunakan dengan peringatan konten, jangan tempatkan di halaman donor/LSM/PBB tanpa gate/peringatan, dan hindari memutar ulang adegan eksekusi. Minimalkan penyebutan nama dan penampakan identitas korban di luar yang sudah dipublikasikan resmi; jangan menambahkan identifikasi (wajah, marga) yang tidak dikonfirmasi. Perhatikan bahwa banyak foto berasal dari materi pihak militer/polisi (Koops TNI Habema, Dispenad, Satgas Damai Cartenz, Polda) — bersifat satu sisi; sajikan sebagai 'materi aparat' dan lengkapi dengan verifikasi independen bila memungkinkan. Untuk foto berlabel 'dok. Istimewa', 'FOTO/PAPUA', atau tangkapan layar video media sosial, cantumkan status 'dalam kajian' dan jelaskan keraguan asal-usul; jangan mengarang kredit. Untuk tangkapan layar video propaganda TPNPB-OPM, cantumkan bahwa narasi pelaku dapat berbeda antar media (mis. Giban vs Kopitua Heluka) dan belum konsisten. Tidak ada aset pornografi, kekerasan seksual, atau yang mengeksploitasi anak dalam daftar ini; jika di kemudian hari muncul materi semacam itu dari video 'beredar', JANGAN dimasukkan. Hormati martabat jenazah/korban, patuhi hukum Indonesia dan kebijakan platform, serta hindari penggunaan yang dapat memicu retaliasi terhadap sumber atau saksi di lapangan.
| Tanggal | Penerbit | Peristiwa | Grafis | Status | Halaman |
|---|---|---|---|---|---|
| 23 Maret 2025 (disiarkan 23/03/2025 22:42 WIB) | ANTARA Foto ANTARA FOTO/HO-Dispenad/sgd | Serangan kelompok bersenjata OPM/KKB di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, 21 Maret 2025; evakuasi tenaga pendidik/kesehatan. Anggota Satgas Koops TNI Habema Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah guru korban serangan KKB. Satgas mengevakuasi pengajar dan nakes pasca serangan; satu orang meninggal, enam luka-luka, fasilitas pendidikan rusak. | tidak | terverifikasi (distribusi ANTARA Foto, kredit Dispenad; keterangan peristiwa sejalan dengan laporan media lain) | Halaman |
| 23 Maret 2025 (disiarkan 23/03/2025 22:42 WIB) | ANTARA Foto ANTARA FOTO/HO/Dispenad/sgd/nym | Evakuasi korban serangan KKB/OPM di Distrik Anggruk, Yahukimo, 23 Maret 2025. Anggota Satgas Koops TNI Habema bersama warga mengevakuasi jenazah guru korban serangan KKB di Distrik Anggruk. | tidak | terverifikasi (ANTARA Foto; bagian dari liputan evakuasi Anggruk) | Halaman |
| 24 Maret 2025 09:13 WIB | ANTARA News (kanal Foto) ANTARA FOTO/HO/Dispenad/YU | Evakuasi korban serangan KKB di Distrik Anggruk, Yahukimo, 23 Maret 2025. Satgas Koops TNI Habema memberi makanan ringan kepada warga saat evakuasi; beberapa foto memperlihatkan proses evakuasi jenazah guru. | tidak | terverifikasi (ANTARA News, kredit Dispenad) | Halaman |
| 23 Maret 2025 14:01 WIB | TNI Angkatan Darat (tniad.mil.id) Dok. Satgas Koops TNI Habema / Dispenad (tniad.mil.id) | Evakuasi jenazah guru korban pembunuhan OPM di Distrik Anggruk, Yahukimo (21 Maret 2025). Rilis resmi TNI AD dengan galeri beberapa foto evakuasi; menyebut korban 7 orang termasuk seorang guru bernama Rosalina (30), sekolah dibakar 21 Maret 2025 pukul 17.00 WIT. | tidak | terverifikasi sebagai materi resmi TNI (sumber pihak militer, satu sisi) | Halaman |
| 23 Maret 2025 10:34 WIB | Kompas.id (edisi Inggris) KOSAM XVII/CENDERAWASIH (Kodam XVII/Cenderawasih) | OPM membakar rumah di Distrik Anggruk, Yahukimo; enam guru/nakes tewas, 21 Maret 2025. Foto lokasi pembakaran rumah oleh OPM di Distrik Anggruk; belasan guru dan nakes dievakuasi ke Wamena. | tidak | terverifikasi (Kompas.id; atribusi Kodam XVII/Cenderawasih) | Halaman |
| 23 Jul 2026 18:20 WIB | detikSulsel (detikcom) dok. Istimewa (tidak dirinci) | OPM diduga menembak mati 3 warga sipil (termasuk pasutri) di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, 20 Juli 2026. Foto pendukung laporan penembakan warga sipil di Yahukimo; captionredaksional menyebut 'OPM diduga menembak mati warga sipil'. | tidak | dalam kajian (kredit 'dok. Istimewa' tanpa rantai asal-usul yang jelas) | Halaman |
| 25 Jul 2026 07:00 WIB | detikSulsel (detikcom) Koops TNI Habema (dok. Istimewa) | Evakuasi dua jenazah korban penembakan OPM di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, 23 Juli 2026. Foto Koops TNI Habema mengevakuasi dua jenazah warga sipil korban penembakan OPM di Yahukimo; satu korban lain masih dicari. | tidak | terverifikasi (foto disebut dari Koops TNI Habema; isi sejalan dengan rilis KemenHAM dan media lain) | Halaman |
| 21 Mei 2026 12:49 WIB | detikSulsel (detikcom) dok. Istimewa (materi TNI) | 8 pendulang emas tewas diserang OPM di wilayah Korowai, Yahukimo, 20 Mei 2026. TNI melakukan persiapan evakuasi 8 jenazah pendulang emas korban pembunuhan OPM di Korowai, Yahukimo. | tidak | terverifikasi (foto persiapan evakuasi, dikaitkan materi TNI; peristiwa dikonfirmasi Koops TNI Habema) | Halaman |
| 21 Mei 2026 08:21 WIT/09:21 | Koreri.com Sumber Foto: Koops TNI Habema | Pembunuhan 8 pendulang emas di Korowai, Yahukimo, 20 Mei 2026, diduga oleh TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo (Kopitua Heluka). Personel Koops TNI Habema melakukan persiapan evakuasi korban. | tidak | terverifikasi (kredit eksplisit Koops TNI Habema) | Halaman |
| 22 Mei 2026 17:50 WIB | Bali Express (Jawa Pos Group) Koops TNI Habema | Penyerangan pendulang emas di Korowai, Yahukimo, 20 Mei 2026. Pasukan Koops TNI Habema bersiap mengevakuasi 8 jenazah korban pembantaian OPM di wilayah Korowai, Yahukimo. | tidak | terverifikasi (kredit Koops TNI Habema; foto serupa dipakai beberapa media) | Halaman |
| 21 Mei 2026 12:23 WIB | CNN Indonesia Dok. Puspen TNI | 8 pendulang emas tewas diserang TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo (Kopitua Heluka) di Korowai, 20 Mei 2026. Foto berlabel '8 Pendulang Emas di Papua Tewas Diserang OPM'. | tidak | dalam kajian (URL berkas bertanggal 2025/06/16 — kemungkinan foto arsip Puspen TNI, bukan foto peristiwa Korowai) | Halaman · Arsip |
| 20 Mei 2026 23:16 WIB | Kompas.com KOMPAS.com/FINDI RAKMENI | Konteks klaim TPNPB-OPM menembak mati 8 pendulang emas di Korowai, Yahukimo (19-20 Mei 2026). Foto kegiatan kelompok bersenjata: Komandan Operasi Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, bersama anak buahnya. | tidak | terverifikasi sebagai foto jurnalistik Kompas.com (kredit internal); penggambaran pelaku, bukan bukti korban | Halaman |
| 22 Juli 2026 20:21 WIB | iNews.id (iNews TV) iNews TV/Nathan Making (tangkapan layar video) | Eksekusi 3 warga sipil oleh KKB/OPM di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, 20 Juli 2026. Tangkapan layar video KKB mengeksekusi tiga warga sipil di Yahukimo; dua korban pasangan suami istri. | ya | dalam kajian (bersumber video yang beredar; klaim TPNPB-OPM; belum ada verifikasi forensik independen yang dipublikasikan) | Halaman |
| 22 Juli 2026 19:07 WIT | Bataspapua.com Bataspapua.com/Tangkapan layar (dari video yang disebar TPNPB-OPM) | TPNPB-OPM mengklaim bertanggung jawab atas penembakan 3 warga yang dituding intelijen di Yahukimo, 21 Juli 2026. Tangkapan layar video: pria dan perempuan duduk di hadapan anggota TPNPB bersenjata (senjata api, panah, parang); korban pria mengangkat tangan, lalu ditembak. Eksekusi disebut dipimpin almarhum Giban (TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Wesem). | ya | dalam kajian (bersumber video propaganda/klaim TPNPB-OPM; narasi pelaku berbeda antar media — Giban vs Kopitua Heluka — sehingga atribusi pelaku belum konsisten) | Halaman |
| 23 Juli 2026 13:25 WIB | Estoria.id Foto: Istimewa (tangkapan layar video) | Eksekusi 3 warga sipil di Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Yahukimo, 20 Juli 2026. Tangkapan layar video yang beredar memperlihatkan dugaan eksekusi terhadap dua warga sipil di Yahukimo; salah satu korban teridentifikasi Kumis Kogoya. | ya | dalam kajian (kredit 'Istimewa', tangkapan layar video media sosial) | Halaman |
| 25 Juli 2026 | 20Detik (detikcom) 20Detik/detikcom (video reportase) | Evakuasi 2 jasad korban OPM di Yahukimo diiringi baku tembak, 23-25 Juli 2026. Thumbnail/halaman video 20Detik: 'Video Baku Tembak Iringi Evakuasi 2 Jasad Korban Kekejian OPM di Yahukimo'. | tidak | terverifikasi sebagai produk video reportase detikcom; detail lokasi merujuk Seradala/Jembatan Kali Ahom | Halaman |
| 17 Agustus 2026 (peristiwa HUT ke-81 RI) | detikSulsel (detikcom) dok. Istimewa | Rentetan serangan OPM selama HUT ke-81 RI, termasuk penembakan warga di Tolikara dan kontak tembak di Mimika. Aparat TNI dikerahkan mengejar anggota OPM pelaku penembakan warga di Tolikara. | tidak | dalam kajian (kredit 'dok. Istimewa'; kejadian dikonfirmasi sumber aparat) | Halaman |
| 3 Agustus 2026 20:18 WIB | Kompas.com (Regional) Satgas Humas Ops Damai Cartenz | Penyerangan pekerja proyek jalan PT SHJ di sekitar Kali Kabur, Distrik Kanggime, Tolikara, 2 Agustus 2026; 5 tewas, 5 selamat. Proses evakuasi pekerja korban penyerangan di rumah sakit. | tidak | terverifikasi (kredit Satgas Humas Ops Damai Cartenz; pernyataan Kasatgas Humas ODC Kombes Pol Yusuf Sutejo) | Halaman |
| 3 Agustus 2026 07:17 WIB | ANTARA News ANTARA/Evarukdijati | KKB menyerang pekerja proyek jalan PT SHJ di Kanggime, Tolikara, 3 Agustus 2026 dini hari; lima orang meninggal. Foto Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto (foto ilustrasi pernyataan, bukan foto lokasi/korban). | tidak | terverifikasi sebagai foto resmi ANTARA; keterangan jelas bahwa ini bukan foto lokasi kejadian | Halaman |
| 3 Juli 2026 09:10 GMT+7 | ANTARA News (English) ANTARA/HO/nbl | Pesawat Pilatus milik Associated Mission Aviation (AMA) diserang dan dibakar di Balinggama, Yahukimo, awal Juli 2026; pilot Amerika Nicholas F. Goselin tewas. Pesawat Pilatus AMA yang diserang kelompok separatis di Yahukimo, Papua Pegunungan. | tidak | terverifikasi (ANTARA, kredit HO; peristiwa dikonfirmasi Kapolres Yahukimo dan Koops TNI Habema) | Halaman · Arsip |
| 23 September 2025 14:14 WIB | Kompas.id (edisi Inggris) ARSIP SATGAS DAMAI CARTENZ | KKB membakar rumah dan menembak mati warga (Indra Guru Wardana) di Distrik Kolf Braza, Asmat, Papua Selatan, 21 September 2025. Foto arsip Satgas Damai Cartenz yang menampilkan personel terkait penanganan KKB di Asmat (bukan foto peristiwa tersebut). | tidak | terverifikasi untuk peristiwa (konfirmasi Kapolda/Koops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Ramadhani); gambar = arsip, bukan dokumentasi kejadian | Halaman |
| 4 Februari 2026 18:01 WIB | Kompas.id (edisi Inggris) DOKUMENTASI SATGAS DAMAI CARTENZ | Warga sipil Daniel Datti (41) tewas dalam aksi kekerasan di SMP Dekai, Yahukimo, 2 Februari 2026; juga merujuk serangan terhadap guru/nakes di Yahukimo (24 Maret 2025). Dokumentasi Satgas Damai Cartenz terkait korban sipil dalam kekerasan di lingkungan sekolah di Yahukimo; artikel juga memuat foto olah TKP serangan guru/nakes 24/3/2025. | tidak | terverifikasi (Kompas.id, atribusi Satgas Damai Cartenz; korban disebut terverifikasi aparat) | Halaman |
| 27 September 2025 21:23 WIT | Fajar Papua (fajarpapua.com) FOTO / PAPUA (fajarpapua.com) — tidak dirinci | TPNPB-OPM mengakui membakar sekolah dan Puskesmas di Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, 27 September 2025. Foto berlabel 'FOTO / PAPUA' yang menyertai laporan; berbagi nama berkas bergaya WhatsApp sehingga asal-usul tidak dapat dipastikan dari halaman. | tidak | dalam kajian (klaim TPNPB-OPM; kredit foto tidak spesifik, berkas bergaya kiriman pesan instan) | Halaman |
| 17 Februari 2025 20:54 WIB | Tempo.co ANTARA (ilustrasi) | TPNPB-OPM mengklaim membakar gedung sekolah di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, sekitar 14 Februari 2025. Gambar pada halaman adalah ILUSTRASI kebakaran (ANTARA), bukan foto lokasi kejadian. Klaim disampaikan jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom. | tidak | terverifikasi untuk artikel (Tempo); gambar = ilustrasi, BUKAN dokumentasi peristiwa | Halaman · Arsip |
| 11 Agustus 2026 21:29 WIB | Kompas.com (Regional) Dokumentasi Polda Papua Tengah | Sejumlah kantor pemerintahan Pemkab Puncak, Papua Tengah, dibakar massa, 11 Agustus 2026. Aparat disiagakan imbas pembakaran fasilitas pemerintahan di Kabupaten Puncak. | tidak | dalam kajian (artikel menyebut pelaku 'massa' saat penyaluran Dana Desa dan TIDAK secara eksplisit mengatribusikan ke TPNPB-OPM/KST, meski dirangkum jaringan detik dalam konteks 'teror OPM') | Halaman |
| 20 Agustus 2026 11:37 WIB | Suara.com Ist (istimewa) — sumber klaim TPNPB-OPM | TPNPB-OPM mengklaim markasnya di Puncak Jaya diserang drone militer Indonesia pada 16-19 Agustus 2026 (klaim pihak TPNPB). Foto/visual yang disertakan mengilustrasikan klaim serangan drone ke markas TPNPB di Puncak Jaya (bukan kekerasan terhadap warga sipil; relevan sebagai foto kegiatan kelompok bersenjata). | tidak | dalam kajian (narasi sepenuhnya bersumber klaim jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom; tidak ada verifikasi independen) | Halaman |
| Tanggal | Lembaga | Ringkasan | Sumber |
|---|---|---|---|
| 1 Mei 2024 (catatan penutup CCPR diadopsi 28 Maret 2024; CESCR direview 20-21 Feb 2024) | UN Human Rights Committee (CCPR) & UN Committee on Economic, Social and Cultural Rights (CESCR) Concluding observations on Indonesia's second periodic report suatu catatan penutup PBB (dirangkum dalam siaran pers TAPOL, Franciscans International, AJAR, PWG, CIVICUS, FORUM-ASIA: "Human Rights Violations in West Papua Received High Attention in t | Dua badan perjanjian HAM PBB menyoroti dampak konflik bersenjata di Papua: keduanya menyebut perpindahan paksa penduduk yang disebabkan oleh konflik bersenjata antara aparat keamanan Indonesia dan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua. CESCR merekomendasikan akses organisasi kemanusiaan ke pengungsi internal; CCPR merekomendasikan pemulangan aman atas dasar persetujuan. Fokus utama kedua dokumen adalah pelanggaran oleh negara, namun keduanya secara eksplisit menamai kelompok bersenjata pro-kemerdekaan sebagai pihak dalam konflik. Catatan keterbatasan: dokumen PBB aslinya (CCPR/C/IDN/CO/2 / E/C.12/IDN/CO/2) diakses lewat sumber sekunder ini, bukan dibuka langsung. "...both treaty bodies highlighted the problem of involuntary displacement in West Papua caused by the armed conflict between Indonesian security forces and Papuan armed pro-independence groups. The CESCR recommended that Indonesia allow national and international humanitarian organizations access to internally displaced persons (IDPs) in West Papua. The CCPR recommended that Indonesia facilitate the safe return of the IDPs based on their consent." | sumber |
| 28 Maret 2024 | UN Human Rights Committee (dilaporkan Tempo English) UN Human Rights Committee Highlights Extrajudicial Killings in Papua | Saat memublikasikan temuan atas Indonesia, Komite HAM PBB menyatakan keprihatinan atas pola pembunuhan di luar hukum terhadap orang asli Papua dan membahas insiden penganiayaan oleh TNI terhadap warga sipil Papua yang diduga anggota TPNPB-OPM. Dokumen ini lebih menyoroti pelanggaran aparat negara; dicantumkan sebagai konteks bahwa TPNPB-OPM diakui sebagai aktor dalam konflik. Termasuk peristiwa Mei 2024 (video penyiksaan di Puncak). "But we are concerned by multiple reports of extrajudicial killings that involved the indigenous peoples in Papua. Which have not been investigated despite the state party's commitment to do so," said Carlos Gomez Martinez. ... "It also discussed recent incidents of mistreatment by the TNI of Papuan civilians suspected to be members of the West Papua National Liberation Army-Free Papua Organization (TPNPB-OPM)." | sumber |
| 15 Oktober 2024 | ACAPS (analisis independen; dipublikasikan via ReliefWeb/UN OCHA) ACAPS Thematic Report - Indonesia: Humanitarian impacts of continuing conflict in the Papua provinces | Laporan tematik mencatat TPNPB secara signifikan meningkatkan penargetan terhadap warga sipil di Papua, terutama non-Papua termasuk guru dan tenaga kesehatan, dan menyebut hal ini menuai kecaman dari aktivis kemerdekaan Papua non-kekerasan. Pekerja terkait negara (guru, nakes) disebut berisiko tinggi menjadi korban kekerasan TPNPB, juga mencatat kekerasan oleh aparat keamanan. "Since then, the TPNPB has significantly increased its targeting of civilians living in Papua, primarily non-Papuans, including teachers and healthcare workers. This has prompted condemnation from non-violent Papuan independence activists." ... "Non-Papuan workers in Papua and both Papuan and non-Papuan workers associated with the state, including teachers and healthcare workers, are also at particularly high risk of TPNPB violence." | sumber |
| 18 September 2024 | Human Rights Watch (HRW) "If It's Not Racism, What Is It?": Discrimination and Other Abuses Against Papuans in Indonesia | HRW mendokumentasikan bahwa milisi Papua telah meningkatkan serangan terhadap warga sipil, dan mengutip pernyataan juru bicara TPN-PB Sebby Sambom (Mei 2024) yang menyerukan pengusiran Indonesia lewat perang besar-besaran. Laporan juga menyatakan kaum militan Papua terlibat dalam pembunuhan migran dan pekerja asing serta serangan terhadap fasilitas/factory asing. "Papuan militants have also increased their attacks on civilians. 'We really appreciate all native Papuans who are struggling through peaceful means, but we consider this desire to be an empty hope,' said TPN-PB spokesperson Sebby Sambom in May 2024. 'Javanese people do not understand democratic rights. The Indonesian government remains stubborn as a rock. So, we must expel Indonesia by force through a massive war.'" | sumber |
| 29 Mei 2025 | Human Rights Watch (HRW) Indonesia: Renewed Fighting Threatens West Papua Civilians | HRW mencatat TPNPB mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan 17 orang yang diduga penambang antara 6-9 April 2025, dan menyerukan agar pemerintah maupun kelompok bersenjata Papua mematuhi hukum perang (hukum humaniter internasional). HRW juga menyoroti operasi militer yang diduga menewaskan warga sipil, dan mengutip pastor Ronald Rischardt Tapilatu soal korban sipil. "The National Liberation Army of West Papua, the armed wing of the Free Papua Movement, has claimed responsibility in the killing of 17 alleged miners between April 6 and April 9, 2025." ... "'Papuans have endured decades of systemic racism, heightening concerns of further atrocities,' Ganguly said. 'Both the Indonesian military and Papuan armed groups need to comply with international standards that protect civilians.'" | sumber |
| Agustus 2025 (laporan tahun 2024) | U.S. Department of State, Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor 2024 Country Reports on Human Rights Practices: Indonesia | Laporan tahunan AS menyatakan kelompok separatis bersenjata menewaskan warga sipil beberapa kali. Disebutkan pada 5 Agustus 2024 sayap bersenjata OPM menyerang helikopter pengangkut logistik medis di Mimika dan menewaskan pilot WN Selandia Baru; TPNPB menargetkan migran non-Papua dan orang asli Papua yang dicurigai bekerja dengan aparat keamanan. Laporan juga mengutip data ACLED soal korban di Papua. "Armed separatist groups also killed civilians on multiple occasions. On August 5, the armed wing of the OPM attacked a helicopter carrying medical supplies in Mimika Regency, Central Papua Province, killing the New Zealand-national pilot and releasing the six Indonesian passengers. The West Papua National Liberation Army (TPNPB) targeted non-Papuan migrants as well as Indigenous Papuans suspected of working with security forces." | sumber |
| 28 Mei 2026 | ACLED (Armed Conflict Location & Event Data Project) Why is Indonesia's Papua region becoming deadlier? | Analis senior ACLED Sindy Ajara menyoroti pola kematian terkait konflik yang naik bulan-ke-bulan sejak awal 2026, dengan warga sipil porsi signifikan. TPNPB menyerang penambang emas di Yahukimo, menewaskan sedikitnya 10 orang dan mengungsi ratusan; sekitar 100 penambang dibunuh sejak 2018 dengan tuduhan sebagai mata-mata. Ia menilai baik aparat negara maupun TPNPB mengabaikan ruang aman seperti gereja dan kamp pengungsi. "The TPNPB then attacked gold miners in Yahukimo, killing at least 10 people and displacing hundreds. The miners were accused of spying for the military; an accusation that has become a recurring and deadly accusation in Papua, where around 100 miners have been killed since 2018 following this narrative." ... "What is especially worrying is the disregard by both the state forces and the TPNPB of safe spaces, including churches and refugee camps. Both parties are increasingly willing to pursue their o | sumber |
| Data 2025 (diakses 2026) | UCDP (Uppsala Conflict Data Program), Uppsala University Government of Indonesia - OPM (Indonesia: West Papua) | Basis data konflik UCDP mencatat serangan terhadap penambang emas di Highland Papua sebagai serangan paling mematikan oleh OPM dalam beberapa tahun (15 korban tewas); OPM menyebut para penambang sebagai tentara menyamar, sementara sumber lain menyebut mereka warga sipil. UCDP mencatat 2025 hampir dua kali lipat fatalitas dibanding 2024, dengan serangan oleh pemerintah maupun OPM terhadap warga sipil. "Some events were more deadly, such as the attack on a gold mine in Highland Papua which was the deadliest attack carried out by OPM in years as 15 fatalities were recorded." ... "The increase can be attributed to the occurrence of a few more deadly events... OPM claimed that the miners were soldiers under disguise, but other sources stated them as civilians." | sumber |
| 6 Agustus 2024 | Amnesty International Indonesia 'Unlawful killing' of New Zealand pilot in Papua must be investigated | Amnesty mengecam pembunuhan pilot WN Selandia Baru Glen Malcolm Conning oleh kelompok bersenjata di Alama, Mimika, dan menegaskan penargetan serta pembunuhan warga sipil tidak dapat diterima. Amnesty mencatat lima kasus penembakan terhadap pesawat sipil oleh kelompok bersenjata pro-kemerdekaan Papua antara 16 Februari-2 Agustus 2024, dengan alasan TPNPB-OPM menuduh militer memakai pesawat sipil. "Civilian protection is a fundamental principle that must be always upheld, and the deliberate targeting and killing of civilians is categorically unacceptable. All parties involved in the prolonged conflict in Papua should avoid killing civilians." ... "Amnesty International Indonesia recorded five cases of shootings at civilian aircraft allegedly carried out by pro-independence armed groups in Papua from 16 February to 2 August 2024." | sumber |
| 2 Juli 2024 | Amnesty International Australia Indonesia: Historic People's Tribunal findings signal an alarming situation in Papua | Amnesty memublikasikan data kumulatif korban terbunuh: antara Januari 2018-Juni 2024 tercatat 128 pembunuhan tidak sah dengan sedikitnya 236 korban warga sipil, dilakukan aparat keamanan (81 kasus/131 korban) dan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan (47 kasus/105 korban). Disebutkan pula lebih dari 70.000 orang Papua meninggalkan rumah karena konflik. "Between January 2018 and June 2024, Amnesty International Indonesia has recorded 128 unlawful killings and a death toll of at least 236 civilians. The killings were conducted by the security forces (81 cases with 131 victims) and pro-independence armed groups (47 cases with 105 victims)." | sumber |
| 2025 (mencakup peristiwa 2024) | Amnesty International The State of the World's Human Rights - Indonesia 2024 (laporan negara) | Laporan negara Amnesty mencatat pembunuhan pilot helikopter WN Selandia Baru Glen Malcolm Conning oleh anggota kelompok bersenjata saat mendarat di Papua (Agustus 2024). Dikatakan pembunuhan tidak sah terhadap warga sipil terus berlangsung dengan impunitas dalam konteks konflik militer Indonesia vs kelompok separatis bersenjata. Diakses lewat reproduksi ecoi.net. "In Papua, unlawful killings of civilians continued with impunity within the context of the conflict between the Indonesian military and armed separatist groups. ... In August a New Zealand helicopter pilot, Glen Malcolm Conning, was killed by armed group members upon landing in Papua. He had been transporting health workers from a private company." | sumber |
| Februari 2025 (laporan tahun 2024) | Human Rights Monitor (HRM) Annual Report 2024: Human Rights and Conflict in West Papua | HRM mendokumentasikan 135 serangan bersenjata dan 44 kematian warga sipil pada 2024; 23 di antaranya dibunuh oleh pejuang TPNPB (28 terluka oleh TPNPB). Catatan kaki menjelaskan angka korban sipil mencakup mereka yang dibunuh TPNPB dalam serangan yang disasar; juga mencatat lebih dari 85.000 orang mengungsi. Tabel 2024: "Number of civilians killed by TPNPB fighters: 23"; "Number of civilians injured by TPNPB fighters: 16" ... "The figure is composed of civilians killed during armed clashes and security force raids, as well as civilians assassinated by TPNPB members in targeted attacks." | sumber |
| 13 Maret 2026 | Human Rights Monitor (HRM) Annual Report 2025: Human Rights and Conflict in West Papua | HRM mencatat 42 kematian warga sipil akibat serangan TPNPB pada 2025 (naik dari 23 pada 2024). TPNPB disebut terus melakukan pembunuhan terhadap individu yang dianggap kolaborator (pejabat lokal, pedagang migran, pekerja medis), menyerang sekolah dan fasilitas publik, dan pada April 2025 menewaskan sekitar 15 penambang migran di Yahukimo; kekerasan oleh aparat negara juga berlanjut. "The TPNPB, on the other hand, continued assassinations of individuals deemed collaborators: local officials, Indonesian migrant traders, and even medical workers came under attack... TPNPB fighters attacked schools and other public facilities, killing mainly non-Papuans under suspicion of being affiliated with the intelligence or military. In April 2025, TPNPB fighters attacked a group of migrant gold miners in Yahukimo, allegedly killing 15 miners in one incident." ... "Thirty-one civilian deaths w | sumber |
| 16 Mei 2025 | Komnas HAM (Komisi Nasional Hak Asasi Manusia) - dilaporkan Kompas Komnas HAM: Guru, Nakes, dan Pendulang Emas di Yahukimo Diserang KKB karena Dituding Intel | Hasil pemantauan Komnas HAM (27 April-2 Mei 2025) menemukan pelaku serangan terhadap guru dan tenaga kesehatan di Anggruk, Yahukimo (21-22 Maret 2025) serta penambang emas (6-9 April 2025, 16 korban tewas) adalah KKB, karena korban dituduh agen intelijen pemerintah. Komnas HAM mendesak pimpinan TPNPB-OPM menghentikan segala bentuk intimidasi dan kekerasan terhadap warga sipil serta tidak menyerang guru dan tenaga kesehatan. "The perpetrators of the attack were the Armed Criminal Group (KKB) because teachers and health workers were accused of being Indonesian government intelligence agents." ... "The National Human Rights Commission (Komnas HAM) urges the leadership of the West Papua National Liberation Army (TPNPB)-Free Papua Organization (OPM) to cease all forms of intimidation and violence directed in an organized manner at the civilian population. They are also urged not to commit violence against teachers and health | sumber |
| 23-24 Juli 2026 | Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) Siaran Pers No. SEK.4-HM.01.07-1831/VII/2026: KemenHAM RI Kecam Pembunuhan Warga Sipil di Yahukimo | KemenHAM mengecam pembunuhan warga sipil asli Papua di Yahukimo yang diduga dilakukan TPNPB-OPM, setelah beredar video penembakan; TPNPB mengklaim menembak tiga warga asli Papua yang dituduh agen intelijen militer. Pemerintah menegaskan tidak boleh ada pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil tak berdosa dan mendorong semua pihak menahan diri. "KemenHAM RI mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo sebagaimana video yang beredar luas. Tidak boleh ada pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil tak berdosa. Di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di Papua belakangan ini, KemenHAM RI mendorong agar semua pihak menahan diri." | sumber |
| 18-19 April 2026 | Komnas HAM (dilaporkan IDN Times; pernyataan juga dilaporkan AFP) Komnas HAM Desak Evaluasi Operasi Militer TNI di Papua | Komnas HAM menyelidiki tewasnya 12 warga sipil termasuk perempuan dan anak dalam operasi penindakan terhadap TPNPB-OPM di Kampung Kembru, Kabupaten Puncak, dan menyatakan dugaan kuat keterlibatan prajurit TNI. Pernyataan resmi Komnas HAM (dikuti AFP) menegaskan setiap serangan terhadap warga sipil - baik oleh aktor negara maupun non-negara - adalah pelanggaran HAM dan hukum humaniter internasional. "Peristiwa ini menyebabkan 12 warga sipil meninggal dunia, termasuk kelompok rentan, yaitu anak dan perempuan, dengan kondisi luka tembak, belasan warga sipil lainnya mengalami luka-luka serius," ujar Ketua Komnas HAM Anis Hidayah. ... (dikutip AFP) "Any form of attack against civilians, whether occurring in situations of war or otherwise, and whether perpetrated by state or non-state actors, constitutes a violation of human rights and international humanitarian law." | sumber |
| 7 Juli 2026 | PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) - dilaporkan Beritabaru.co PGI: Kekerasan di Papua Tak Bisa Lagi Dibenarkan | PGI mendesak semua pihak menghentikan kekerasan berulang di Tanah Papua setelah rangkaian konflik bersenjata menewaskan warga sipil, aparat keamanan, dan seorang pilot WN Amerika, serta pesawat AMA PK-RCY dibakar di Bandara Ipdeheik, Yahukimo (2 Juli 2026). PGI menilai pendekatan kekerasan hanya memperpanjang penderitaan dan mengecam segala bentuk kekerasan bersenjata termasuk terhadap warga yang tak terlibat konflik. "PGI mengecam segala bentuk pembunuhan, penyiksaan, mutilasi, maupun serangan bersenjata yang menimbulkan korban jiwa, termasuk penyerangan terhadap pesawat sipil dan warga yang tidak terlibat dalam konflik." | sumber |
| 22 Mei 2026 | KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) - dilaporkan Tribun Papua Tengah Seruan Pastoral KWI memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-118: "Bangkit Bersama dalam Pengharapan" | Dalam seruan pastoral soal Papua, para uskup Katolik Indonesia menilai pendekatan keamanan bukan jalan cepat dan tepat menyelesaikan konflik berkepanjangan, dan menyoroti luka sosial akibat kekerasan serta ketakutan lintas generasi. KWI menyerukan dialog dan rekonsiliasi substantif untuk memulihkan luka sosial, termasuk di Tanah Papua. "Kekerasan, ketakutan, dan kurangnya rasa saling percaya telah meninggalkan luka batin yang mendalam pada lintas generasi." ... "Pendekatan keamanan bukanlah jalan cepat dan tepat dalam penyelesaian masalah di Papua. Karena itu, diperlukan pendekatan yang semakin manusiawi, dialogis, partisipatif, dan berakar pada penghormatan terhadap sejarah, budaya, serta hak-hak dasar masyarakat setempat." | sumber |
| 26 Februari 2026 | GKII (Gereja Kemah Injil Indonesia), Sinode di Tanah Papua - dilaporkan Suara News Papua Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia Serukan Hentikan Kekerasan di Papua | Ketua Sinode GKII Pdt. Petrus Bonyadone menyesalkan insiden penembakan terhadap pilot dan kopilot di wilayah Korowai yang menimbulkan duka mendalam, dan menegaskan gereja tidak menyetujui kekerasan dalam bentuk apa pun karena bertentangan dengan nilai Injil dan kemanusiaan. Ia juga menyoroti dampak sosial termasuk warga jemaat yang mengungsi. "Sebagai hamba Tuhan, saya melihat dari sisi kemanusiaan. Nyawa itu ada dalam tangan Tuhan. Tidak ada satu pun manusia yang berhak merampas nyawa sesamanya." ... "Apapun alasannya, menghilangkan nyawa adalah tindakan yang tidak manusiawi dan pasti ada konsekuensinya." | sumber |
| 19 Januari 2026 (dilaporkan 22 Januari 2026) | Tokoh Adat Lapago Kota Jayapura (Agus Rawa Kogoya) - dilaporkan Suara News Papua Ketua Adat Lapago Jayapura Minta KKB Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil | Ketua Adat Lapago Kota Jayapura Agus Rawa Kogoya menyampaikan seruan moral kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) agar menghentikan kekerasan terhadap masyarakat sipil, menegaskan penyerangan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan nilai adat Papua. Catatan: artikel memuat pernyataan secara tidak langsung (tanpa tanda petik). (parafrase artikel) "Ia menyatakan bahwa penyerangan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun karena menimbulkan penderitaan bagi masyarakat." | sumber |
| 14 Maret 2026 | Dewan Adat Biak Numfor (Junus Julius Komnisba Mandibodibo) - dilaporkan Tribun Papua Tengah Teror TPNPB di Tambrauw Tuai Kecaman, Tokoh Adat Biak: Kekerasan Bukan Budaya Masyarakat Papua | Ketua Dewan Adat Biak Numfor Junus Julius Komnisba Mandibodibo mengecam keras kekerasan TPNPB terhadap warga sipil di Kabupaten Tambrauw, menyebutnya tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan prinsip dasar budaya Papua, serta mengajak masyarakat menolak provokasi bersenjata demi stabilitas pembangunan. "Kekerasan bersenjata hanya akan memperpanjang trauma kolektif masyarakat di wilayah pedalaman Papua." ... "Tindakan anarkis yang menargetkan masyarakat sipil merupakan perbuatan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai adat serta budaya masyarakat Papua." | sumber |
| 11 Maret 2026 | Tokoh Adat Suku Sebyar (Malkin Kosepa) - dilaporkan iNews Sorong Raya Tokoh Adat Sebyar Kutuk Kekejian OPM di Tambrauw, Minta Pemerintah Tegas Lindungi Warga | Tokoh adat Suku Sebyar Papua Malkin Kosepa mengutuk keras kekerasan kelompok separatis OPM terhadap warga sipil di Kabupaten Tambrauw; korban Abraham Frangklyn Delano Kambu, pegawai honorer Pemda Tambrauw, meninggal dengan luka benda tajam. TPNPB mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan pada 8 Maret 2026 tersebut. "Sebagai tokoh adat Suku Sebyar, saya mengutuk keras kekejian yang dilakukan kelompok separatis OPM. Kekerasan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan dan sangat bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta adat masyarakat Papua." | sumber |
| 13 Maret 2026 | Aktivis Papua / MPSI (Charles Kossay) - dilaporkan Sindonews Aktivis Papua Kecam Serangan TPNPB yang Tewaskan 2 Warga Sipil di Tambrauw dan Tembagapura | Aktivis Papua Charles Kossay (Sekretaris MPSI) mengutuk kekerasan TPNPB terhadap pos KSTP Kodap XXXIII/Rumana di Tambrauw (8 Maret) dan di Grasberg, Tembagapura (11 Maret 2026) yang mengakibatkan dua warga sipil meninggal. Ia menilai tindakan itu tidak dapat dibenarkan karena mengorbankan warga sipil yang tak terlibat konflik bersenjata. "Peristiwa ini sangat memprihatinkan karena korban adalah warga sipil dan juga orang asli Papua yang bekerja untuk melayani masyarakat di daerahnya sendiri. Kekerasan seperti ini hanya memperpanjang penderitaan masyarakat Papua," ujarnya, Jumat (13/3/2026). | sumber |
| 23 September 2026 | Juru Bicara TPNPB (Sebby Sambom) - dilaporkan Suara Papua Jubir TPNPB Tegaskan Pegang HHI Dalam Perang Perjuangan | Menanggapi penegasan Menteri HAM Natalius Pigai agar TPNPB tidak membunuh warga sipil, jubir TPNPB Sebby Sambom menyatakan apresiasi namun membenarkan penindakan terhadap orang yang dicurigai sebagai agen mata-mata, termasuk imigran/pegawai yang dianggap bagian dari pendudukan. Sumber primer posisi resmi kelompok bersenjata terkait target sasaran. "TPNPB sebagai sayap militer berdiri sebagai pagar negara tidak akan membiarkan siapapun ada di tanah kami untuk melakukan infiltrasi, spionase dengan cover up as civil servant atau apa saja." | sumber |