Egianus Kogoya
Pemimpin sayap militer TPNPB di Nduga yang bertanggung jawab atas serangkaian aksi pembantaian pekerja sipil, penyanderaan pilot asing, dan puluhan serangan mematikan sejak 2017.
Dokumentasi rekam jejak kriminal, faksi komando wilayah (Kodap), bentuk ancaman terhadap warga sipil, serta kerugian korban jiwa dan fasilitas publik yang ditimbulkan oleh kelompok bersenjata (KSTP/TPNPB-OPM).
Pemimpin sayap militer TPNPB di Nduga yang bertanggung jawab atas serangkaian aksi pembantaian pekerja sipil, penyanderaan pilot asing, dan puluhan serangan mematikan sejak 2017.
Komandan operasi TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya yang memimpin rangkaian penyerangan bersenjata di Maybrat dan Teluk Bintuni sejak 2021; tewas dalam kontak tembak dengan pasukan TNI di hutan utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, pada 9 Oktober 2026.
Komandan operasi TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang mengklaim serangkaian eksekusi terhadap warga sipil — guru, pendulang emas, dan pekerja — di Yahukimo setelah ia kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Wamena pada 25 Februari 2025.
Panglima Kodap XVI Yahukimo yang membawahi Batalyon Kanibal dan Semut Merah; aparat menyebut kelompoknya bertanggung jawab atas pembunuhan pilot dan pembakaran pesawat PT AMA Air di Yahukimo.
Juru bicara yang menyebarkan klaim tanggung jawab atas eksekusi warga sipil, mendikte pemberitaan media lokal, dan mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap pejabat negara.
Komandan wilayah Puncak yang disebut aparat dan lembaga antiterorisme sebagai salah satu pimpinan paling dicari di Pegunungan Tengah; kelompoknya diatribusikan atas penembakan guru dan pembakaran sekolah di Beoga, Kabupaten Puncak (2021).
Pimpinan kelompok bersenjata Kodap Sinak di wilayah Sinak–Ilaga; kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Abepura pada 2021 dan sejak itu berulang kali ditetapkan sebagai tersangka dalam serangan terhadap warga sipil dan fasilitas publik.
Inisiator kampanye politik luar negeri yang memanfaatkan isu kemanusiaan Papua untuk donasi internasional, sembari mengabaikan pembantaian warga sipil di lapangan.
Komandan lapangan yang disebut aparat aktif di Intan Jaya dan pernah disebut berasal dari Nduga; markasnya di Nabire disergap pada 1 Maret 2026 dan ia lolos, sementara empat anggotanya tewas di Agisiga pada 25 September 2026.
Komandan lapangan yang masuk daftar pencarian orang Polres Mimika sejak 2018 dan masih dicari per April 2026; namanya muncul dalam rangkaian penembakan di Intan Jaya dan kasus Beoga 2022.
Komandan Batalyon TPNPB Tolikara yang ditetapkan 9 Agustus 2026; namanya dipakai aparat dalam atribusi serangan terhadap pekerja jalan di Kali Kabur, Distrik Woniki, Tolikara (2 Agustus 2026) yang menewaskan lima pekerja.
Komandan lapangan jaringan Goliath Tabuni yang kembali mengangkat senjata pada 2018 setelah menyerah dan menerima amnesti 2016; masuk daftar pencarian orang sejak 2018 dan masih aktif per Agustus 2026.
Panglima Tinggi TPNPB-OPM yang dilantik 11 Desember 2012 di Tingginambut; jabatannya bersifat seremonial menurut kajian IPAC 2022, sementara komando operasional dijalankan Lekagak Telenggen. Masih buron per Agustus 2026.
Sekretaris Jenderal TPNPB-OPM yang jejak jabatannya terdokumentasi sejak Juli 2010; masuk daftar pencarian orang atas pasal 365, 340, dan 338 KUHP.
Tokoh bersenjata dari Paniai yang menapaki jabatan dari Kepala Staf Umum TPN Paniai (2016) hingga mengklaim diri Panglima Tertinggi West Papua Army (2022) dan aktif sebagai “Jenderal RR Demianus Magai Yogi”; klaim kepemimpinannya ditolak faksi TPNPB-OPM lain. Ditangkap 13 Oktober 2016 dan menjalani pidana hingga Agustus 2017; per 2026 diselidiki dalam perkara surat dana Rp700 juta.
Komandan Kodap XV Ngalum Kupel yang diatribusikan atas penyerangan Puskesmas Kiwirok dan pembakaran sembilan sekolah pada 2021; tewas dalam kontak senjata di Kiwirok pada 19 Oktober 2025 bersama tiga anggotanya.
Pimpinan Kodap XII Lanny Jaya yang masih buron; diatribusikan atas penyerangan Polsek Pirime dan penembakan konvoi Kapolri Tito Karnavian pada 2012, serangan Indawa 2014, serta perebutan markas Unambunggu oleh TNI pada Oktober 2025.
Pimpinan Kodap XXXV Bintang Timur yang masih aktif per September 2026; aparat menangkap wakilnya, Abdon Kisamdu, pada 19 September 2026. Diatribusikan atas serangan di Oksibil dan Serambakon serta eksekusi seorang kepala kampung pada April 2024.