Kredit: Ilustrasi editorial — bukan foto orang atau kejadian
Eks prajurit TNI yang desersi (Yonif 756/WMS, Kompi C Senggi, pangkat Prada) — desersi 17 Desember 2021, lalu bergabung Kodap III Ndugama
Yotam Bugiangge
Mantan prajurit TNI yang meninggalkan kesatuannya pada 17 Desember 2021 lalu bergabung dengan kelompok bersenjata Kodap III Ndugama pimpinan Egianus Kogoya. Kepolisian menyebutnya otak pembantaian warga sipil di Kampung Nogolait, Nduga, pada 16 Juli 2022. Tidak ada satu pun laporan publik bahwa ia tewas — statusnya masih buron.
Biodata & Latar Belakang Personal
Tempat & Tanggal LahirLahir 24 Mei 1999 di Gunia (usia 26 tahun pada 2026). Kabupaten asalnya ditulis berbeda antar sumber: sebagian menyebut Kabupaten Nduga, sebagian Kabupaten Jayawijaya.
Suku / Asal WilayahSuku Nduga.
Basis Markas & CampPerkemahan hutan di kompleks Distrik Kenyam dan perbatasan Paro, Kabupaten Nduga.
Estimasi KekuatanBergerak bersama kekuatan setingkat kompi Kodap III Ndugama; tidak ada angka resmi yang dipublikasikan khusus untuk kelompoknya.
Latar Belakang Keluarga / Orang TuaAyah dan ibu: tidak ada data publik.
Riwayat PendidikanTidak ada data publik soal riwayat sekolah. Yang terdokumentasi adalah riwayat kedinasan: prajurit tamtama TNI di Yonif 756/WMS, Kompi C Senggi, berpangkat Prada, sebelum desersi.
Jabatan / PeranKepolisian menyebutnya memimpin Batalyon Wosak/Wesem. Catatan: sumber dari dalam TPNPB-OPM menyebut komandan Wesem adalah nama lain, Napianus Kerebeya — kepemimpinan ini masih diperdebatkan sumber.
Status Hukum TerakhirBuron dan diburu aparat. Kerangka awal menulis “tewas dalam operasi penegakan hukum” — klaim itu TIDAK TERVERIFIKASI dan dicabut: tidak ada satu pun laporan media nasional (Kompas, detik, ANTARA, Jubi, Tempo, Tribun, CNN, Liputan6) soal kematiannya. Laporan kontak senjata Yahukimo 2023 memuat anggota kelompoknya yang tewas, bukan dirinya.
Catatan VerifikasiJumlah korban Nogolait ditulis apa adanya: 10 menurut rilis kepolisian, 11 menurut sebagian pemberitaan. Peristiwa Seradala (Oktober 2023) diatribusikan lebih dari satu kelompok, jadi tidak boleh ditulis sebagai perbuatannya seorang diri.
Sumber BiodataANTARA (English) — perintah penindakan atas prajurit yang desersi di Papua · Jubi (English) — penyerangan warga sipil di Kenyam melibatkan pembelot TNI · detik — identitas 10 warga tewas ditembaki di Nduga · Tribun Papua — sosok Yotam Bugiangge, pecatan TNI di lingkaran Egianus Kogoya (9 Mei 2023) · Tempo — pembelot TNI diduga jadi otak penyerangan yang menewaskan 10 orang · Kompas — baku tembak dengan aparat di Nduga (31 Mei 2023) · detik — 5 anggota kelompok Yotam Bugiangge tewas baku tembak dengan TNI di Yahukimo (bukan dirinya)
Rekam Jejak Kejahatan & Bentuk Ancaman
- Desersi dari kesatuannya pada 17 Desember 2021, lalu bergabung dengan kelompok bersenjata di Nduga.
- Disebut kepolisian sebagai otak pembantaian warga sipil di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga (16 Juli 2022); rilis kepolisian mencatat 10 korban tewas, sebagian pemberitaan menyebut 11.
- Penembakan warga sipil di wilayah Dekai, Yahukimo (Maret dan September 2023), serta keterkaitan dengan pembantaian pendulang emas di Seradala, Yahukimo (16 Oktober 2023, 13 korban) — atribusi peristiwa terakhir tidak tunggal.
- Kontak senjata dengan aparat di Nogoloit (Mei 2023) yang membuat 156 warga mengungsi.
Dampak & Kerugian yang Ditimbulkan
Korban Jiwa: 10 warga sipil tewas di Nogolait (rilis kepolisian; sebagian media menyebut 11), ditambah korban di Dekai, Seradala, dan kontak senjata Nogoloit
Pengungsian Warga: 156 warga mengungsi setelah kontak senjata Nogoloit (Mei 2023)
Fasilitas Publik: Fasilitas publik dan rumah warga di Distrik Kenyam dan sekitarnya terdampak