IDEN
Beranda › Profil › Zakarias Fatem
Zakarias Fatem Ditangkap hidup 14 Oktober 2026, diperiksa di pos komando taktis satuan Marinir
Kredit: Dok. Dispen Kormar TNI AL via Kompas.com, 14 Oktober 2026; potongan satu orang dari dokumentasi penangkapan
Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya dalam struktur TPNPB-OPM; disebut berpangkat “Kolonel” dalam struktur kelompok, bukan pangkat TNI/Polri

Zakarias Fatem

Afiliasi: TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya (Soraya)
Wilayah Operasi: Kabupaten Maybrat dan wilayah Sorong Raya, Provinsi Papua Barat Daya
Status Hukum: Ditangkap hidup 14 Oktober 2026, diperiksa di pos komando taktis satuan Marinir

Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya dalam struktur TPNPB-OPM, ditangkap hidup oleh prajurit Satgas Gobang VII Yonif 9 Marinir pada 14 Oktober 2026 pukul 00.45 WIT di Papua Barat Daya tanpa perlawanan. Namanya muncul dalam pengakuan juru bicara kelompok atas penembakan empat pekerja jalan Trans-Papua di perbatasan Teluk Bintuni–Maybrat, 29 September 2022. Tidak ada pernyataan kepolisian maupun TNI yang menautkan dirinya ke satu insiden tertentu; aparat menyebut pemeriksaan atas dugaan aktivitas dan keterlibatannya dalam kelompok bersenjata.

Biodata & Latar Belakang Personal

Tempat & Tanggal LahirTidak ada satu pun sumber publik, termasuk pemberitaan penangkapan, yang menyebut tanggal lahir atau usianya.
Suku / Asal WilayahMarga Fatem. Seluruh peristiwa yang dikaitkan kepadanya berlangsung di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, tetapi tidak ada sumber yang menyebut kampung atau distrik asalnya sehingga tidak disimpulkan.
Latar Belakang Keluarga / Orang TuaDalam penelusuran arsip
Riwayat PendidikanDalam penelusuran arsip

Rekam Jejak Kejahatan & Bentuk Ancaman

  • Kepemimpinan struktural dalam kelompok bersenjata: disebut sebagai Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya sejak paling lambat Januari 2022 — komando yang memerintahkan rangkaian serangan bersenjata di Maybrat dan Teluk Bintuni.
  • Disebut dalam pengakuan TPNPB-OPM sebagai salah satu komandan di balik penembakan empat pekerja jalan Trans-Papua (Abas, Yafet, Darmin, Armin) di perbatasan Teluk Bintuni–Maybrat, 29 September 2022. Atribusi ini berasal dari klaim kelompok; kepolisian justru menuding Manfret Fatem sebagai pemimpin kelompok penyerang, dan nama Zakarias Fatem tidak ada dalam daftar pencarian orang kasus tersebut.
  • Disebut terlibat dalam klaim penyerangan pos TNI di jembatan Sungai Aifuf, Aifat Timur Tengah, 20 Januari 2022, yang menewaskan seorang prajurit TNI. Klaim ini berasal dari juru bicara kelompok; TNI sendiri menuding pihak lain pada peristiwa yang sama.
  • Tertanda sebagai pejabat yang meneruskan laporan kelompok atas serangan pos militer Kampung Sori, Aifat Selatan, 22 Maret 2026, yang menewaskan dua prajurit TNI AL. Dalam klaim tersebut perannya adalah pejabat yang menyampaikan laporan, sedangkan pelaku lapangan yang disebut adalah pejabat lain.

Dampak & Kerugian yang Ditimbulkan

Korban Jiwa: Empat pekerja sipil tewas (29 September 2022) dan seorang prajurit TNI gugur (20 Januari 2022) pada peristiwa yang menyebut namanya lewat klaim kelompok; dua prajurit TNI AL tewas pada 22 Maret 2026 pada peristiwa yang menyebut namanya sebagai pejabat pelapor. Tidak ada penetapan aparat yang menautkan korban-korban ini kepadanya.
Pengungsian Warga: Warga sipil di Distrik Aifat dan sekitarnya berulang kali mengungsi akibat rangkaian serangan dan operasi keamanan di wilayah komando Kodap IV Sorong Raya (2021–2026).
Fasilitas Publik: —

Laporan Investigasi Terkait