IDEN
Beranda › Profil › Kopitua Heluka
Kopitua Heluka Buron (DPO)
Kredit: Dokumentasi Publik Terverifikasi / Yahukimo
Penihas “Kopi Tua” Heluka — satu orang, bukan dua tokoh; komandan operasi TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo

Kopitua Heluka

Afiliasi: TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo (Batalyon Yamue)
Wilayah Operasi: Kabupaten Yahukimo (Dekai, Seradala, Anggruk), Papua Pegunungan
Status Hukum: Buron (DPO)

Komandan operasi TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang mengklaim serangkaian eksekusi terhadap warga sipil — guru, pendulang emas, dan pekerja — di Yahukimo setelah ia kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Wamena pada 25 Februari 2025.

Biodata & Latar Belakang Personal

Tempat & Tanggal LahirLahir 3 April 2000; berusia 23 tahun saat divonis. Tempat lahir: tidak ada data publik. Varian nama: Penihas/Penehas/Penias/Kopitua/“Kopi Tua” Heluka — sumber Indonesia (Kompas.id 22 Feb 2026, Tribunnews 16 Jan 2026, Jubi 27 Feb 2025) menyatakan semuanya orang yang sama.
Suku / Asal WilayahMarga Heluka, berasal dari Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Suku spesifiknya tidak disebut sumber mana pun.
Latar Belakang Keluarga / Orang TuaKopitua Heluka menjabat Komandan Operasi Lapangan di bawah komando Elkius Kobak (Pangkodap XVI Yahukimo), mengendalikan perwira wilayah Tendinus Gwijangge (Kali Ei) dan Bocor Sobolim (Koroway).
Riwayat PendidikanTerdaftar sebagai mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Fakultas Kehutanan, masuk 2018 dan berstatus non-aktif (data PDDikti via Tribunnews, 16 Januari 2026). Riwayat SD/SMP/SMA tidak ada di sumber publik.
Jabatan / PeranDanops Makodap (16 Feb 2022) → komandan operasi (Apr 2023) → Batalyon Yamue (2024) → komandan operasi Kodap XVI (2025-2026).
Status Hukum TerakhirDitangkap 19 Mei 2023, divonis 13 tahun penjara pada 7 Februari 2024, kabur dari Lapas Wamena 25 Februari 2025, kembali aktif. DPO Polres Yahukimo sejak kasus Brigpol Usdar (29 Nov 2022). Kombes Pol Yusuf Sutejo: “Kenapa tahun ini KKB lebih masif di Yahukimo. Karena pada 25 Februari 2025, salah satu pentolan mereka, Kopi Tua Heluka, berhasil kabur dari Lapas Wamena.”

Foto Bukti Kejahatan & Teror Warga Sipil

Rekam Jejak Kejahatan & Bentuk Ancaman

  • Eksekusi mati terhadap guru sekolah di Dekai, Yahukimo (Oktober 2026 dan Februari 2026).
  • Mengumumkan maklumat terbuka bernada ancaman pembunuhan terhadap tukang bangunan, sopir taksi, tukang ojek, penjual bakso, dan pedagang kelontong.
  • Penyerangan dan pembantaian beruntun terhadap para pendulang emas tradisional di Kali Bonto dan Jalan Seredala.
  • Penembakan pesawat penumpang komersial Wings Air dan Trigana Air saat melakukan pendekatan pendaratan di Bandara Nop Goliat Dekai.
  • Menarik pungutan liar (pungli) paksa dan melakukan penyerangan berdarah terhadap pendulang emas tradisional (warga lokal OAP maupun pendatang) di sepanjang Kali Ei, Seradala, dan koridor Sungai Brazza.
  • Membangun pos tinjau berlapis dan formasi penyergapan untuk meneror masyarakat sipil dan kendaraan angkutan di jalan poros Dekai.

Dampak & Kerugian yang Ditimbulkan

Korban Jiwa: Sedikitnya 15 warga sipil tak bersenjata (guru, pedagang, pendulang) tewas
Pengungsian Warga: Ratusan pedagang dan guru mengungsi ke markas aparat atau keluar dari Dekai
Fasilitas Publik: Gedung SMPN Koasrama dibakar, deretan kios hangus, penerbangan perintis disetop

Laporan Investigasi Terkait