IDEN
Beranda › Profil › Egianus Kogoya
Egianus Kogoya Buron (DPO)
Kredit: Dokumentasi Terbuka / Satgas Damai Cartenz
Panglima Kodap III Ndugama-Darakma

Egianus Kogoya

Afiliasi: TPNPB-OPM Kodap III Ndugama-Darakma
Wilayah Operasi: Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan
Status Hukum: Buron (DPO)

Pemimpin sayap militer TPNPB di Nduga yang bertanggung jawab atas serangkaian aksi pembantaian pekerja sipil, penyanderaan pilot asing, dan puluhan serangan mematikan sejak 2017.

Biodata & Latar Belakang Personal

Tempat & Tanggal LahirDistrik Mugi, Kabupaten Nduga (saat itu bagian Kabupaten Jayawijaya), Papua · 1999. Usia yang dikutip sumber: 23 tahun (kepolisian, Juli 2022) dan 24 tahun (Tempo, 11 Februari 2023).
Suku / Asal WilayahSuku Dani, marga Kogoya, wilayah Nduga. (Sumber: Wikipedia ID/EN; Tempo, 11 Februari 2023)
Latar Belakang Keluarga / Orang TuaPutra Silas Elimin Kogoya (tokoh veteran gerilya OPM dekade 1980-an). Berkolaborasi erat dengan Pemne Kogoya (Komandan Operasi KODAP III Nduga, putra kandung Daniel Yudas Kogoya pemimpin insiden penyanderaan Mapenduma 1996).
Riwayat PendidikanSekolah dasar di Distrik Mugi (gurunya disebut bernama Hanna), lalu pindah ke Wamena untuk SMP pada 2011 dan tidak menyelesaikan jenjang itu. Catatan publik menyebut ia menolak menyanyikan Indonesia Raya dan hormat kepada bendera. (Sumber: Suara.com, 5 November 2019; Jamestown, 6 Februari 2023; Wikipedia EN)
KeluargaDua nama sering dikaitkan sebagai saudara: Undius Kogoya (disebut memimpin Kodap VIII Soanggama, Intan Jaya) dan Ipe Kogoya; keduanya dilaporkan meninggal Oktober 2025 dan pemberitaan hanya memastikan Ipe adik Undius, bukan saudara Egianus. Edison Gwijangge (mantan Pj Bupati Nduga) disebut juru bicara kelompok sebagai “keluarga ipar”. Semua kaitan ini belum dikonfirmasi aparat.
Jabatan / PeranDilantik sebagai Panglima Kodap III Ndugama-Darakma (TPNPB-OPM) pada 16 Oktober 2018. Aksi pertama yang diatribusikan kepadanya: Desember 2017 (pembunuhan pekerja jalan Trans-Papua di Distrik Mugi).
Status Hukum TerakhirMasuk daftar 16 orang dicari Polda Papua setelah pembakaran pesawat Susi Air (2023). Sampai Oktober 2026 belum pernah diadili, tidak ada foto resmi kepolisian yang dirilis, dan tidak ada hadiah penangkapan; angka Rp5 miliar yang beredar adalah dana yang disiapkan pemerintah, bukan tuntutan kelompok.

Foto Bukti Kejahatan & Teror Warga Sipil

Rekam Jejak Kejahatan & Bentuk Ancaman

  • Pembantaian 11 warga sipil tak bersenjata di Kampung Nogolait dan Kenyam (16 Juli 2022), termasuk sopir angkutan, pedagang keliling, dan pemuka agama.
  • Penyanderaan pilot sipil Susi Air, Phillip Mark Mehrtens, selama 594 hari (Februari 2023 – September 2024) serta pembakaran pesawat perintis Pilatus Porter di Paro.
  • Pembantaian puluhan pekerja jembatan PT Istaka Karya di Bukit Puncak Kabo, Kali Yigi (Desember 2018).
  • Sedikitnya 65 aksi penyerangan bersenjata, pengadangan konvoi logistik masyarakat, dan penembakan fasilitas umum sejak 2017.
  • Memanfaatkan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagai tameng hidup (human shield) saat melakukan pergerakan melintasi jalur hutan Kenyam dan Paro untuk menghindari serangan balik aparat.
  • Menjalankan ritual adat 'bakar daun' yang dipimpin figur spiritual Abensili Gwijangge sebelum melancarkan aksi penyerangan dan pembantaian di pedalaman Nduga.

Dampak & Kerugian yang Ditimbulkan

Korban Jiwa: Lebih dari 40 warga sipil dan pekerja infrastruktur tewas
Pengungsian Warga: Ratusan kepala keluarga warga lokal mengungsi dari Paro, Mapenduma, dan Kenyam
Fasilitas Publik: 1 pesawat perintis dibakar habis; pembangunan Trans-Papua ruas Nduga mangkrak bertahun-tahun

Laporan Investigasi Terkait