Kredit: Ilustrasi editorial — bukan foto orang atau kejadian
Juga ditulis Paska Amoko — disebut “Komandan Batalyon I”/komandan batalion TPNPB di wilayah Kali Kopi, Mimika
Pakaresius Amokoame
Nama yang muncul dalam surat terbuka dan pernyataan kelompok bersenjata Kodap III Kali Kopi sebagai komandan batalion di lapis bawah struktur, bukan sebagai Panglima Kodap. Kerangka awal entri ini salah nama dan salah jabatan: Panglima Kodap III Kali Kopi adalah nama lain, sedangkan dirinya berada di tingkat batalion.
Biodata & Latar Belakang Personal
Tempat & Tanggal LahirTidak ada data publik soal tanggal/tempat lahir maupun usia.
Suku / Asal WilayahTidak ada sumber yang menyatakan suku secara eksplisit. Marga Amokoame dikaitkan dengan wilayah Amungme, tetapi penyataan sumber tidak eksplisit.
Basis Markas & CampKerangka awal menyebut “Kali Biru dan Kali Kabur” — DICABUT karena tidak ada sumber yang menyatakan itu markas. Wilayah pergerakan yang terdokumentasi: koridor pegunungan Mimika (Tembagapura, Jila).
Estimasi KekuatanTidak ada angka resmi. Kerangka awal menulis “sekitar 40 orang” tanpa dasar — dicabut.
Latar Belakang Keluarga / Orang TuaAyah dan ibu: tidak ada data publik.
Riwayat PendidikanTidak ada data publik soal riwayat pendidikannya.
Jabatan / PeranKomandan batalion (disebut “Komandan Batalion I”) dalam struktur Kodap III Kali Kopi. PENTING: nama dan ejaan yang terverifikasi di sumber publik adalah Pakaresius Amokoame (surat terbuka 21 November 2025) dan Paska Amoko (pernyataan 22 September 2026); keduanya kemungkinan orang yang sama berdasarkan kesamaan jabatan dan wilayah — ini inferensi, bukan pernyataan sumber. Varian “Pagratius Amoko Amokwame” TIDAK ditemukan di sumber mana pun.
Status Hukum TerakhirBuron, tidak ada laporan penangkapan. Sejumlah nama dari kelompok Tembagapura pernah masuk daftar pencarian orang Polres Mimika (21 nama, November 2017), namun namanya tidak dapat dipastikan ada di daftar itu.
Catatan VerifikasiKoreksi kerangka: jabatan “Panglima Kodap III Kali Kopi” dalam sumber publik dipegang nama lain secara konsisten (2020-2026), sehingga pangkat pada entri ini diturunkan ke tingkat batalion. Klaim “suksesi setelah Hengky Uamang tewas” juga keliru: nama yang benar Hengky Wanmang, meninggal 16 Agustus 2020, dan ia menjabat Kepala Staf — bukan Panglima. Nama “Kerenius Alom” dan “Jack Kemong sebagai penasihat” tidak dapat diverifikasi (Jack Kemong memang muncul dalam daftar pencarian orang 2017, tetapi peran penasihat tidak berdasar sumber). Nama pemimpin Kodap III Kali Kopi yang terverifikasi di banyak sumber justru kandidat entri tersendiri bila pemilik proyek ingin menambah profil pimpinan utama.
Sumber BiodataPAPUA NEWS ONLINE — Makodam III Kali Kopi menyatakan sikap (surat terbuka, 21 November 2025) · PAPUA NEWS ONLINE — TPNPB Kali Kopi merilis video penembakan kendaraan perusahaan tambang · Wartaplus — kelompok mengaku bertanggung jawab atas penembakan konvoi bus · PAPUA NEWS ONLINE — surat pernyataan sikap Kodap III Kali Kopi · Seputar Papua — siapa pimpinan TPNPB Mimika setelah Hengky Wanmang tewas · Kompas — polisi merilis daftar pencarian orang kelompok bersenjata di Papua (21 nama, 12 November 2017) · detik — 21 anggota kelompok pelaku teror di Tembagapura jadi buronan polisi · ANTARA — aparat menangkap pemasok bahan makanan untuk kelompok bersenjata Kali Kopi
Rekam Jejak Kejahatan & Bentuk Ancaman
- Disebut sebagai komandan batalion dalam struktur bersenjata yang menyerang kendaraan perusahaan tambang di koridor Tembagapura.
- Penembakan konvoi kendaraan karyawan di Mile 60, Tembagapura (2 September 2026, 15 kendaraan) diklaim kelompok bersenjata atas perintah pimpinan di atasnya; perusahaan menyatakan tidak ada korban jiwa.
- Pemalakan dan pemerasan terhadap pendulang emas tradisional serta pemasok kebutuhan kelompok bersenjata di wilayah Kali Kopi — dalihnya diberitakan luas, identitas pelaku per peristiwa tidak selalu dirinci.
Dampak & Kerugian yang Ditimbulkan
Korban Jiwa: Tidak ada korban jiwa yang dikonfirmasi perusahaan pada penembakan konvoi 2 September 2026
Pengungsian Warga: Warga sekitar koridor tambang dan Distrik Jila mengungsi pada beberapa gelombang serangan
Fasilitas Publik: Kendaraan operasional dan fasilitas publik di jalur Tembagapura-Jila terdampak