IDEN
Beranda › Profil › Aibon Kogoya
Aibon Kogoya Buron (DPO)
Kredit: Ilustrasi editorial — bukan foto orang atau kejadian
Daniel Aibon Kogoya — komandan lapangan TPNPB-OPM (Intan Jaya/Nduga)

Aibon Kogoya

Afiliasi: TPNPB-OPM Kodap VIII Intan Jaya
Wilayah Operasi: Kabupaten Intan Jaya (Sugapa, Homeyo) & Puncak, Papua Tengah
Status Hukum: Buron (DPO)

Komandan lapangan yang disebut aparat aktif di Intan Jaya dan pernah disebut berasal dari Nduga; markasnya di Nabire disergap pada 1 Maret 2026 dan ia lolos, sementara empat anggotanya tewas di Agisiga pada 25 September 2026.

Biodata & Latar Belakang Personal

Tempat & Tanggal LahirTempat dan tanggal lahir maupun usianya: tidak ada data publik.
Suku / Asal WilayahMarga Kogoya. Asal wilayahnya berbeda antar sumber resmi: kepolisian (Kombes Faizal Ramadhani, 11 Maret 2022) menyebut Kabupaten Nduga, sementara aparat pada 2026 menyebut Intan Jaya. Keduanya dicantumkan apa adanya.
Latar Belakang Keluarga / Orang TuaDaniel Kogoya @ Aibon adalah Danyon Ndulamo KODAP III Ndugama yang bermanuver lintas batas ke Intan Jaya, berkolaborasi dengan KODAP VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya dan KODAP VIII Kemabu pimpinan Sabinus Waker.
Riwayat PendidikanTidak ada data publik soal riwayat pendidikannya.
Status Hukum TerakhirBuron/DPO dan masih aktif sampai September 2026: markasnya di Nabire disergap 1 Maret 2026 (ia lolos) dan empat anggotanya tewas di Agisiga 25 September 2026. Tidak ada laporan ia ditangkap, menyerah, atau tewas.
Catatan VerifikasiNama “Terry Aibon alias Aibon Kogeya” dalam pemberitaan 2022 (anak buah Nau Waker pada kasus Beoga) TIDAK digabungkan ke profil ini karena kekaburannya belum selesai. Tokoh lain yang kami pisahkan: Adu Wanimbo/Adu Magai (tewas 31 Juli 2025), Sabinus Waker, Guspi Waker, Yotam Bugiangge.

Foto Bukti Kejahatan & Teror Warga Sipil

Rekam Jejak Kejahatan & Bentuk Ancaman

  • Penyerangan brutal terhadap para pekerja menara BTS telekomunikasi PT PTT di Beoga Barat (Maret 2022) yang menewaskan 8 teknisi sipil.
  • Pembakaran Gedung SD Inpres Pogapa di Distrik Homeyo (Mei 2024) serta penembakan permukiman warga sipil.
  • Penembakan mematikan terhadap warga sipil di kios Kampung Wandoga, Sugapa (Juli 2025 dan Juli 2026).
  • Memeras alokasi Dana Desa dan dana ganti rugi tanah di kampung-kampung pedalaman, serta menekan pedagang pasar lokal (mama-mama) untuk membelikan perbekalan logistik kelompok bersenjata.

Dampak & Kerugian yang Ditimbulkan

Korban Jiwa: 11 pekerja teknisi telekomunikasi dan warga sipil tewas
Pengungsian Warga: Keluarga warga di Homeyo terpaksa mengungsi ke hutan saat kontak senjata meletus
Fasilitas Publik: Gedung SD Inpres Pogapa terbakar habis; jaringan komunikasi BTS terputus

Laporan Investigasi Terkait