Dokumentasi kekerasan bersenjata terhadap warga sipil Papua dan aliran dana yang mengalir di belakangnya
Investigasi · Paro, Kabupaten Nduga · 7 Februari 2023 – 21 September 2024
Foto-foto Phillip Mehrtens: 594 Hari dari Landasan Paro sampai Serah Terima di Halim
Dokumentasi visual
Delapan foto yang tercatat dalam pemberitaan publik menandai perjalanan Phillip Mark Mehrtens, pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru yang disandera sekelompok pria bersenjata di Paro, Kabupaten Nduga, pada 7 Februari 2023. Dari dokumentasi hari pertama yang dirilis penyandera, sampai swafoto di dalam helikopter pada 21 September 2024 ketika ia keluar dari pedalaman.
Papua Blood Money · 5 Oktober 2026 · 8 foto ber-kredit · Tidak ada foto jenazah atau gambar korban
21 September 2024. Swafoto di dalam helikopter pada hari pembebasan: Phillip Mehrtens (kiri) bersama salah satu tokoh yang menjemputnya, beberapa jam setelah ia diambil dari Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga. Foto: Kompas.id.
Februari 2023: dokumentasi yang dirilis penyandera
Dua foto di bawah adalah dokumentasi paling awal yang beredar ke publik. Keduanya dirilis kelompok penyandera dan disiarkan kantor berita internasional dengan kredit dokumentasi. Foto-foto itu menjadi bukti pertama bahwa pilot masih hidup, sekaligus gambar yang kemudian melekat pada seluruh pemberitaan penyanderaan: seorang warga asing berdiri di antara pria bersenjata, di tengah hutan pegunungan Nduga.
7–8 Februari 2023. Phillip Mehrtens berdiri di antara pria bersenjata tak lama setelah pesawat Susi Air PK-BVY dibakar di landasan Paro. Tampak satu pria membawa senapan laras panjang. Foto: dokumentasi kelompok penyandera, disiarkan BBC News.Februari 2023. Mehrtens bersalaman dengan anggota kelompok bersenjata. Tampak bendera Bintang Kejora, busur dan anak panah, serta senapan laras panjang. Klaim kelompok: ia “ditahan”, bukan disandera. Foto: dokumentasi kelompok penyandera, disiarkan BBC News.15 Februari 2023. Tangkapan layar siaran Antara TV atas video amatir yang beredar. Pada masa itu aparat menyatakan upaya pembebasan lebih mengutamakan pendekatan tokoh masyarakat daripada operasi militer. Foto: Antara TV, Creative Commons BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons.
21 September 2024: hari ia keluar
Pembebasan dilakukan pada Sabtu, 21 September 2024. Helikopter berangkat dari Timika sekitar pukul 08.15 WIT menuju Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, lalu kembali mendarat di Timika sekitar pukul 12.04 WIT. Foto-foto hari itu memperlihatkan perubahan yang jarang terjadi dalam kasus penyanderaan di Papua: pilot yang sama, dengan rambut panjang dan janggut yang tumbuh hampir dua tahun, duduk di ruang pemeriksaan, tersenyum di dalam helikopter, lalu terbang menuju Jakarta.
21 September 2024, Timika. Beberapa jam setelah dijemput, Mehrtens duduk di ruang pemeriksaan. Lengan seragam seorang petugas kepolisian Indonesia terlihat di sisi kanan. Seorang dokter Kedutaan Australia yang memeriksanya menyebut kondisinya “luar biasa baik mengingat ujian panjang yang dijalaninya”. Foto: ABC News.21 September 2024. Rombongan menaiki pesawat angkut TNI AU untuk penerbangan dari Timika ke Jakarta. Setelah pemeriksaan medis dan konferensi pers, Mehrtens diterbangkan ke Lanud Halim Perdanakusuma dan malam itu juga diserahkan kepada Pemerintah Selandia Baru. Foto: dokumentasi Polri (inp.polri.go.id).21–22 September 2024, Jakarta. Menko Polhukam Hadi Tjahjanto dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan pembebasan sebagai hasil pendekatan persuasif melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat Egianus Kogoya. Pemerintah Indonesia menegaskan tidak ada syarat maupun tebusan dalam pembebasan itu. Foto: ANTARA.
Pesawat yang membawanya ke Paro
Pesawat yang dipakai Mehrtens pada 7 Februari 2023 adalah Pilatus PC-6 Porter milik Susi Air dengan nomor registrasi PK-BVY, lepas landas dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, sebelum fajar, membawa lima penumpang warga Papua dan sekitar 450 kilogram logistik. Bangkai pesawat itu terbakar habis di landasan Paro; lima penumpangnya dibebaskan, dan hingga kini tidak ada laporan publik bahwa bangkai PK-BVY pernah dipulihkan.
Pesawat Susi Air jenis Pilatus PC-6 di sebuah landasan kampung di pedalaman Papua. Armada pesawat kecil seperti ini adalah satu-satunya penghubung sejumlah distrik pegunungan. Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (domain publik).Pilatus PC-6 Porter, armada yang sama jenisnya dengan PK-BVY. Selama penyanderaan, Susi Air menyatakan sekitar 40–70 persen operasi pesawat Porter di Papua terhenti karena pilot menolak terbang. Foto: Pa34, Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0).
Catatan pemakaian gambar. Semua foto di halaman ini ditampilkan dengan kredit lengkap dan tautan ke penerbit aslinya. Hak cipta setiap foto tetap pada pemiliknya; Papua Blood Money tidak mengklaim kepemilikan atas foto-foto tersebut dan menampilkannya semata untuk dokumentasi peristiwa serta penelusuran publik. Tidak ada foto jenazah, gambar korban, atau materi grafis di halaman ini. Bila pemilik hak ingin foto tertentu diturunkan atau kreditnya dikoreksi, permintaan dapat disampaikan melalui halaman kebijakan koreksi dan akan ditindaklanjuti.
Batas informasi. Keterangan waktu pada setiap foto mengikuti laporan penerbitnya, bukan hasil verifikasi independen Papua Blood Money. Sejumlah foto dalam peristiwa ini juga beredar dari sumber yang berbeda tanpa kredit; hanya versi yang dapat ditelusuri ke penerbit tertentu yang kami tampilkan di halaman ini. Untuk kronologi lengkap dan klaim yang masih diperdebatkan, lihat laporan khusus Phillip Mehrtens: 594 hari disandera di Nduga.